Where have all the parents gone?

Senin malem gue & erw makan sushi di mal, mondate ceritanya.
Ngobrol ngibril, biasa dong gue kan anaknya kepo,
Suka ngintip ngintip meja sebelah... Hihihi.
Ngga ada apa apa sih, cuma seneng aja, liatin dinamika komunikasi kelompok,
Ajiyehhh sosiologi benerrr ceu?!

Meja di kanan gue aga rusuh, meja panjang, isinya 10-15 anak umur 8-9 lah.
Ohhh lagi ada yang ultah kali, traktiran sushi. Yayaya...
Lama lama  gue perhatiin, pas di depan meja ada ibu ibu makan sendirian,
Salmon sashimi 8 porsi, wuaduh banyak bener tante! *dalam hati pingin minta satu*

Ehtapi si tante kok sendirian ya? Ngga ada ibu ibu lain? Oh ngga diundang kali.
Biar traktir nya irit, anak nya aja yang diundang! Hihihi...

Ehtapi ada anak bolak balik ke meja lain, isinya 4 mbak mbak muda,
2 pake seragam nanny. Lhaaa ini mbak nanny boleh ikutan.
Mustinya kalo ada ortu boleh ikutan jugadong. Itungannya tetep bayarin 1 anak + 1 pendamping.
Macem si lolipop cyin!!!

Nothing is wrong with the scene, really. Gue cuma mikir, kalo itu anak gue, sepertinya sih gue akan temenin ya.
Ksian ah, anaknya pergi ke mal malem malem cuma ditemenin supir sama mbak nya doang.
Sampe rombongan pada bubar, hanya ada 1 ibu yang jemput anaknya ke restoran itu.
Sisanya, ya pulang sama mba nanny kali, atau mudah mudahan dijemput ortu nya diluar pintu resto.
Mungkin gue mikirnya kejauhan, dan penuh asumsi,
Sebagai disclaimer, i only did it to have a mirror on myself.
Karna kadang-kadang gue perlu benchmark dari orang lain,
to set up myself, be the kind of parent i planned to be.

I couldn't help but thinking.
Where have all other parents gone?

Ni orang masa kini gimana si rules nya?
Kalo umur segitu ultah di resto, ibu bapaknya gak boleh ikut kaliya?
Tapi nanny boleh...
Beda sama ultah balita yang sering gue datengin,
ortu ortu rombongannn nganterin bocah,
Sambil temu kangen di tempat ultah.

Terus tu anak dikasi gadget gambar buah apel satu satu?
Bukan ultah balita tapi knapa masih ada nanny sih?
Are you still counting a nanny to take care of your 8 yo? Really?
Do they still wet their pants?
Are you still at the office? Why?
Dont you wanna see your kid grow up?
They only do it once, and it's non-repeatable.
Do you still talk to your kids on bedtime, berdoa sebelum tidur bersama and kiss them goodnite?
Or nowadays parents are just too robotic & ignorant untuk repot repot gitu?

Hidup perkotaan masa kini kayanya makin bikin gap antara anak & orangtua,
Udah mah budaya & cara pikir kita pasti berbeda sama anak kita,
Ditambah (mungkin ada) ortu yang take for granted perkembangan anak anaknya,
Yaudah, makin jauh deh yang ada...
They dont slow down or stop for a while, to see the kids grow up,
To hug their little being before they grow bigger than us.

Am i old and ancient for today's parenting?
Or did i just see another different group with different kinda parenting diluar support group gue?
I dont mind being old tho, asal gak being ignorant sama anak sendiri.
gitudeh... ahir ahir ini makin sering juga gue ketemu satu keluarga,
makan di resto, satu meja tapi diem dieman. Gadgetan satu satu.
sedih, tapi geli, itu gadget dilem kalideh ke tangannya.
hiahahahaha... makanya gue pasang aturan sama erw,
Phones down during meal, except for taking picture of your beautiful meal hahaha.
other than that, let's talk.

Hasil dinner & analyzing people kemarin,
gue punya bayangan how the post-balita rules' going to be,
Even some of the date rules' juga. Biar nanti gak bingung & bisa prep sekuat tenaga dari sekarang.

Lebai kah aku? Tadinya sih mikir gitu hahaha.
Masih jauh mbak, anaknya juga masih balita.
Ah tapi engga juga, mendingan prep dari sekarang daripada santai santai aja taunya anak jadi berjarak sama kita.
Gak bisa diulang lagi itu setting-annya. Hiii!
Karena life wont be getting any easier nantinya, i have to be ready.
Makanya gue mulai cari cari setting-an untuk parenting post balita,
Tweens time, teenager, sampe young adult.
Mudah mudahan masih dikasih umur, dan tenaga untuk nyicil persiapannya dari sekarang.
bismillah!

Comments

Popular posts from this blog

Ibu dan anak

pregnancy's best buys

Down time and the meltdown