arka: two-year-old ++

on his second year ++
ya maap, sesungguhnya gue ngga pernah terlalu ngitungin bulan.
but i know ini belum 2,5 tahun jadi ++ ajadeh yang gampil.

he becomes my dad's bestbud!
jadi karena papiku ngantornya udah senin kamis.
banyak banget waktu untuk dia main sama arka,
salah satu yang paling gemesin, they're saving a cocoon!
dan ditengok tiap hari sampai jadi kupu kupu.

he loves stories, kadang kadang malah gantian dia yang bacain kita cerita.
dan gue selalu insist untuk erwin supaya bacain arka buku, on weekends terutama,
having a dude moment lah gitu, walaupun pada ahirnya kok dua duanya jadi pada ribut.
rupanya bapaknya insist bacain word by word, sementara arka yang udah tau jalan ceritanya,
insist untuk bacain bapaknya cerita as he knows it.
lengkap pake nada suara yang berbeda beda untuk setiap karakter tokoh di cerita itu.
at the end of the book, both men were talking and no one 's listening. hahaha

hasil ambil rapot tengah semester kemarin.
membanggakan. hihihi...
karena lahirnya di bulan agustus, biasanya di sekolah jadi anak kiwir kiwir.
maksudnya, kadang kadang anak kiwir ini suka ada keterlambatan perkembangan.
karena secara umur, mereka lebih muda jadi belum bisa sesempurna yang lain.
being the youngest at the school, of course, worries me a bit.
although i won't mind if buguru dian advised us to downgrade arka.

penilaian di rapot nya terdiri dari 3 kolom: mampu-berkembang-masih dibantu.
alhamdulilah yaaa, mayoritas di kolom mampu, dan beberapa di kolom berkembang.
masih agak keteteran di bagian toilet training, hehehe.
dan kematangan emosi kaya kesabaran & ketekunan.
jadi rupanya dia belum betah terlalu lama doing crafty work.
maunya ngerjain dikit terus langsung ngacir aja, sehingga buguru musti beberapa kali narik dia kembali duduk di kursinya.

untuk bahasa, mengutip kata buguru dian: lulus dengan cum laude.
mwahahahaha... dalam kata lain: ini anak udah BAWEL.
but it's a good thing, karena untuk toilet traning hanya perlu pembiasaan.
they can tell exactly what arka should do on words as he would understands them.
and i do notice, kosakata dan tata bahasa dia sudah mendekati sempurna sekarang.

contoh.
di mobil, mau ke kantor.
arka: ini mau kemana?
mimut: ke kantor mas
arka: beyalti ngga ke syekola ya?
mimut: (dalam hati) lha kok tiba tiba bisa menggunakan kata "berarti"

di teras, lagi makan buah.
mimut: arka suka mangga?
arka: mangga warnanya apa?
mimut: kuning, mas
arka: kuning tu jadinya beda ya sama jeruk ya, iya kan? ya?

di tempat makan, nungguin makanan, dikasih queuing number.
arka: ini angka beyapa coba... ayo mamah, ini beyapa?
mimut: ... (speechless, terharu)

di meja makan
nenox: arka nox pinjem mobil mobilannya ya
arka: jangan dooong, nokkk... itukan punya aka
nenox: tapi kan aka pinjem aypod nok
arka: iya, aka kan pinjem
nenox: jadi gantian ya, nok pinjem mainan aka ya
arka: iya

next proud moment: udah bisa disuruh suruh.
hahahaha, emang gue juga keturunan madam VOC,
maunya diladenin & nyuruh nyuruh terus.
jadi kaya bangsa buang sampah, lap sesuatu yang tumpah, ambilin ini itu,
lancarrr

the stubborn-ness masih dalam mengontrolan,
sekarang lagi seneng manggil orang, terus kalo 2 kali ngga disahutin,
volume nya tambahhh kenceeeng jadi teriak.
again, kita terapin main bisik bisik.

ada lagi triknya baru baru ini: sok nangis kejer.
jadi cari perhatian aja gitu... apalagi kalo dilarang sesuatu sama gue.
wuaduhhh, droamaaa nyoaaa... bukan main!
karena belum tau dia cuma drama, pas awal awal sih masih gue jabanin.
jadi gue peluk, gue hibur, sampe dia diem.
eh lama lama, setelah diem kok tiba tiba langsung nyengir,
terus mlumpattt kemana mana.

waaa, ngadalin buaya nih anak... jadi cuma drama ternyata.
ahirnya tiap dia kejer kejer gitu, kita diemin aja.
kita cuma akan bilang: kenapa mas? ngga ada apa apa kok nangis.
atau: oh, ini adik bayi nih ya... kok nangis nangis ya?
then he would reply: engga, aka kan udah kaka kaka.
terus berenti drama & main lagi kaya biasa.
lebih cepet lagi kalo dia mulai nangis, terus kita sok asik sama kegiatan lain,
biasanya dia langsung lupa sama nangisnya terus pingin ikut-ikutan.
oh what a great pretender

on social, sekarang udah penasaran sama temen sebayanya,
and he's willing to play along.
kadang kadang kalo ada perempuan kecil cakep dia langsung ajak salaman, terus diliatin mukanya.
kalo anak itu ngga mau salaman, dia cuma nyengir,
terus ngajakin salaman lagi. hohoho...
hello persistency, nice to meet you bonded to my son!!!

and i'm so glad he would play nicely, mau sharing, ngga ngerebut, take turn.
dan kalo playmate nya melakukan hal yang diluar pakemnya dia
kaya nyoret nyoret tembok atau throwing random stuff into the fish pond,
he stood still, mungkin analyzing ya...
sambil bingung karena such behavior never exists in his mind.
this is our next task, untuk ajarin dia our house rule and other houses' rules.
bahwa aturan kita, ya gini.
aturan orang lain, ya gitu. ngga bisa disama samain plek plekan.

cita cita gue sih, dia bisa stood still to his root ya,
jadi gue gak usah lagi worry dia akan kebawa bawa sama aturan yang ngga bener.
later on, on juvenile stage, pasti ada beberapa "kenakalan" yang bisa gue tolerir dan yang tidak.
makanya i need to set the ground and gameplay... gileee, berat yeee jadi orangtua yeee.

bagi gue (dan erwin, ya win, yaaa?) sedini mungkin, sebisa mungkin, anak harus diatur.
sounds like momzilla, the queen of rules?
gue rasa gameplan itulah yang sedang gue coba set up.
tapi penyampaiannya ngga kaya pengarahan P4 prajab PNS dong yaaa

we'd like to do it in a fun way, contoh.
lari lari sih boleh, tapiii... hati hati jangan sampe nyenggol barang barang.
caranya: ikut sama dia lari lari, terus main "jadi patung" setiap ada di deket barang barang yang membahayakan.
misalnya guci segede jin kentung.
jadi sambil jadi patung, kita jelasin bahwa kalo deket guci ini, harus hati hati jangan sampai tersenggol.

tips dari buguru dian, kadang kadang aksi lebih kuat dari kata kata.
maksudnya, kalau mau coba tanemin suatu aturan ke dia, ya lakuin aja.
they're the greatest xerox. pasti ditiruin kok.
vice versa to every bad attitude yang dia liat.
makanya ti, jangan suka ngupil sembarangan dong lo.

padahal kalo bisa ngomong dalam bahasa dewasa, pasti lebih simpel ya
kan gue tinggal bilang:
"kalo itu guci pecah, mamah ngga punya duit gantiinnya."
dan lagian nanti jin kentungnya kabur lagihhh... mamah jadi serem

tambah pinter terus ya, mas.
next is the post about kinan

Comments

Popular posts from this blog

Ibu dan anak

pregnancy's best buys

Down time and the meltdown