arka: punya ibu-ibu

gue mengajari anak gue bahwa ngga semua benda bisa (dan boleh) dia mainkan

some stuff kaya henfon, laptop, remote tivi (or just about anything pencet-able)
biasanya gue akan bilang "jangan ya mas, ini untuk ibu-ibu"

atau yang membahayakan: stir mobil, steker, kipas angin
gue akan bilang "ini bahaya mas, cuma ibu-ibu yang boleh pegang"

i didn't know it was effective
sampai suatu pagi ketika dia ikut ke kantor
arka udah masuk mobil duluan
the nannys can't help preventing him from sitting on the driver seat
and tried to move the round thing
(walaupun stir nya dikunci, tapi tetep bahahahahahaya yah neik)

when i stepped into the car (on the driver seat), dia ngeliatin gue
then i said
"yuk mas pindah duduk disebelah situ ya. ini kursi setir untuk ibu-ibu, mamah yang disini. kan mau nyetir. nah yang itu untuk anak-anak. untuk mas aka" *nunjuk booster seat nya*

he smiled AND MOVED voluntarily!!!
lalala... ngga ada lagi deh drama rebutan sertir
mulai hari itu, dia mengerti sama konsep "ibu-ibu" yang coba gue ajarin
nari flamenco sangking senengnya

this morning after picking him up from school
arka udah ngantuk & cape kayanya
dan mulai nangis waktu kita pasangin seat belt
lulski coba untuk ngalihin perhatian dia, tapi nangis nya tambah kenceng ceng ceng
sampe keluar air mata cyin! kesel beneran berarti dia
gue stater mobil, dan coba untuk hibur dia dengan ajak ngobrol
ngga ngaruh! air mata tambah deras, isak tangis makin lepas
gue coba pakein kacamata item di muka nya, when he was a baby, he liked it so much

TAPI diantara air mata berderai-derai dan isak-isakan
dia bilang
"ngga mau tatamataaa... itu punya ibu-ibu"

ah... arka *peluk*

Comments

Popular posts from this blog

Ibu dan anak

pregnancy's best buys

Eurotrip 2016 AMS PAR