What everybody apparently does

as january comes, resolutions.
they're like the confetti thrown on last night's count down.
there were times when i list down all my wishes,
evaluate everything in details, what happened on the previous year.
which dreams came true, which hopes fail.

moving on and aging.
OBVIOUSLY, akukan bukan clan mcleod.
i stopped doing that. not that i lose hope loh... not at all.
i just felt, idiii remaja banget siii, tiap awal taun resolusi,
terus lupa sama niat niatnya di bulan ketiga hahaha.
yahhh, sebagai mantan remaja, gue si pingin lebih bijak aja,
di awal tahun ini, ketemu satu tulisan yang bikin semangat di harvard business review.
judulnya instead of making resolutions, dream.
intinya sih dream deeper, think about your dream, think about what you gonna do.
jadi kalo punya cita cita, do start thinking a rational steps,
about how you'll make it come true how you'll bring it to life.

some of my dreams for the year are:
naikin profit usaha, setinggi mungkin!
how?
we'll hire new people for the business team,
keeping prospective clients within reach,
while i can go manage the existing projects,
attending some new events, meeting new interesting & resourceful people.
let's!

educating kinan.
gue tu merasa lemah banget kalo musti agak keras ke kinan,
aside from dia tu perempuan dan sebenernya gue gak usah terlalu keras ke dia,
matanya ituloh, selaluuu deh bikin gemes dan batalin kata kata keras yang udah gue siapin.
udah gitu dianya tu sebenernya udah ngerti kalo dia bikin salah,
jadi dalam proses pembelajaran disiplin, ketika kita kasih tau,
dia akan pasang muka sedih, tatapan menerawang, udah gitu bibir miring miring turun.
but this year, it has to be done. period.
dia akan mulai sekoah PAUD juga di bulan juli, so this will be a warming up for her.

run further.
i'm a lame runner. i am.
benerannn... karena merasa badan gak goyor goyor amat,
dan gue lari cuma supaya tambah fit aja, i never push myself.
3 km udah baguuus banget buat gue. lebih dari cukup.
pinginnya sih taun ini bisa lari lebih rutin, lebih sering, lebih jauh.
tapi setelah begadang, pilihannya adalah tidur lagi, atau lari pagi.
hahaha... baru mencanangkan niat aja udah patah duluan. dududu.

study harder.
must read more often, kerasa banget, banyak baca, banyak ngerti.
trim ini, gue udah halfway on pursuing the MBA.
mudah mudahan berasa banget urgency nya, selesai tepat waktu,
sama finalin business plan yang menarik banget di discuss bareng tim gue.

get connected with more people.
iniii, yang sulit hahaha.
pinginnya sih bergabung sama asosiasi wirausaha gitu gitu,
lagi mengumpulkan temen untuk bareng bareng tampil di komunitas serupa.
masalahnya nyari komunitasnya juga gak gampang loh...
gue kan maunya yang sesuai sama apa yang gue cari, ini masih searching.
kemaren si ada pameran wirausaha mandiri ya, akiks gak dateng pun hahaha.
dari cerita cerita temen, kayanya banyakan pameran produk,
sedikit yang buka diskusi tentang entrepreneurship.
next mungkin TEDx jakarta di februari, yang lebih think tank.
we'll see.

being more religious.
sedang memberdayakan shalat dhuha ni.
iii, telat neiiik, kemana aje dari muda? uhukkk.
yasudah tak apa, yang penting udah niat, mudah mudahan dilancarkan.
karena secara jadwal, do-able banget.
i arrive at the office at 9-is (or 10, or sometimes 11 uhuk),
bisa dong nyalain laptop, downloading email, terus shalat dulu 2 rakaat.
nah.
mariii...

kalo udah gini, it feels like i've so many dreams and so little time,
doesn't matter. i'll keep on dreaming.
karena people will be heading nowhere without dream

woot!
ris

Comments

danirachmat said…
dream deeper. aaak. malu Mba Risti aku baca ini. selama ini omdo dan masih nyaman kerja ama orang. dream deeper dan ga pake alesan ya Mba. maturnuwun
risti said…
most welcome, dani... yuk, semangat yuk!

Popular posts from this blog

Ibu dan anak

pregnancy's best buys

Down time and the meltdown