who needs who?

gak boong lah, dari pas brojolin anak,
pikiran kita pasti berputar sekitar:
oh how fragile! i got to protect this kid.
look at those tiny fingers!
and the toothless little mouth yang cuma bisa minum susu,
anak ini pasti butuh gue sepanjang hidupnya.
and so on...

bukannya gak bener ya.
ya emang bayi piyik juga pas lahir gak bisa ngapain ngapain,
100% diasuh kita. 100% butuh kita.
aside from nursing, they need us to nurture, and to be the host on the whole wide world.

but later on, on their 3rd year, comes along something different.
kita, orangtuanya, ternyata juga butuh dia.
dulu, pas gue child-less, ngga pernah secolek pun gue mikir,
what kind of joy a kid would bring.
or how a kid could bring out the better me.
yang gue tau cuma susu mahal, diapers mahal, mainan, baju, mahal.
biaya sekolah apalagi.

hari ini, menjelang 3 tahun gue jadi orangtua bagi anak anak gue,
i realize more more clearly, that i DO need them.
paling gampang, dan ahir ahir ini tersering, kejadian kaya gini:
pulang ke rumah jam 11,30 an abis belajar kelompok,
seharian di kantor riweuh ribet, tidur udah kurang dari 2 minggu kemarin,
badan rasanya pegel karna gak sempet nge gym.

i open the door. and there it was.
bau minyak telon. sisa aroma tadi sore, setelah anak anak mandi.
beberapa buku jatuh dari rak nya,
tanda arka abis beresin mainan sendiri.
lantai di depan tivi terasa agak kotor,
tanda remah makanan yang dikunyah kinan.

and there it was. the warm feeling in my chest.
seketika itu juga, pundak gue yang terasa berat,
tiba tiba terasa ringan setengah.
umpama tadinya terasa digandoli se-RW kuda nil,
tiba tiba jadi se-RT aja.

honestly, what they can do has never crossed my mind.
and amazingly, they do that kind of magic, 
they make me stronger.

not to mention,
ketika gue murung,
ada aja kata kata celetukannya arka yang bikin gue senyum,
ada aja si arka tiba tiba minta pangku, terus minta tos idung.
atau muka poni-nya kinan yang ngedeket minta cium,
atau nyodorin keju nya ke mulut gue sambil dijejelin, mau suapin.

ketika gue marah besar ke mereka,
sampe rasanya pingin ngobrak ngabrik sarang preman,
gue selalu ingat untuk ekspresiin marah dengan bijak.
mau gak mau di turunin dulu level marah nya,
tarik napas-buang, baru ngomong ke anaknya.

another magic they do.
they make me wiser.


di minggu pagi ceria ini,
ketemu postingan di fesbuk,
 pardon the illustrated mom who looks like mrs joker, 
and the boy who looks a bit like pinokio,
agak scary ya...




my heart bloom.
as i also have a daughter,
so i might be twice lucky as mrs joker.

nah kalo udah gini,
jadi saru ya...
who needs who?

Comments

Popular posts from this blog

Ibu dan anak

pregnancy's best buys

Down time and the meltdown